Loading...

FKH IPB Buktikan Jamu Bisa Cegah Unggas dari Flu Burung

16:56 WIB | Thursday, 21-April-2016 | Ternak | Penulis : Kontributor

 

 

Khasiat jamu dari tanaman herbal Indonesia sudah banyak diketahui dan dikonsumsi manusia. Tapi tahukah Anda, jika unggas pun bisa diberi ramuan jamu untuk mencegah flu burung? Fakultas Kedokteran Hewan IPB sudah membuktikan khasiat patennya jika dikombinasikan dengan vaksin flu burung.

 

“Kami cari sekitar 100 pohon tanaman obat yang memiliki potensi kemudian didapatlah 4 tanaman obat yang terbaik yakni meniran, sambiloto, temu ireng  dan temu lawak,” ungkap professor Patologi dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Prof. Bambang Pontjo Priosoeryanto ketika ditemui Sinar Tani.

 

Penelitian yang dilakukannya ini sudah dilakukan sejak tahun 2007 hingga akhirnya diperoleh formulasi jamu yang bisa dikonsumsi unggas sebagai pencegah virus flu burung. “Jamu dari simplisia (dedaunan obat yang sudah dikeringkan) ini dengan formulasi tertentu kemudian dicampurkan dalam pakan unggas,” ungkapnya.

 

Ramuan jamu ini kemudian diujikan pada empat kelompok unggas dengan perlakuan tertentu Didapatkan hasil unggas yang diberi vaksin dan mengkonsumsi jamu, mempunyai daya imunitas terhadap virus flu burung. “Hasilnya tidak berbeda dengan unggas yang hanya diberikan vaksin saja, tetapi tieter antibody sedikit lebih tinggi daripada unggas yang divaksin. Sehingga jamu yang diberikan bisa dikatakan menstimulasi proses kekebalan tubuh,” jelasnya.

 

Menariknya, unggas yang hanya mengkonsumsi ramuan jamu ini masih bertahan sekitar 40% dari jumlah unggas yang diuji. “Dengan kata lain, kekebalan dari virus yang kami infeksikan (flu burung) sudah dipastikan datang dari tanaman obat,” ungkapnya.

 

Setelah pengujian dengan virus flu burung, ramuan jamu dari empat tanaman obat ini boleh dikatakan mampu bekerja dengan cara memicu kekebalan tubuh (immunostimulan) sekaligus bekerja langsung pada virusnya.

 

Pengujian ramuan jamu ini pun tidak hanya terbatas pada mati tidaknya unggas karena virus tetapi juga pengaruhnya pada karkas dan pertumbuhan unggas. "Tidak ada penurunan bobot serta pertumbuhan yang terhambat jika unggas konsumsi jamu ini. Kita juga melakukan uji keracunan hingga tingkat sel," tuturnya.

 

Prof. Bambang mengaku kini formulasi jamu pencegah flu burung tersebut tengah dalam pengajuan hak paten. Setelah paten didapat, pakan plusramuan jamu bisa dibuat lebih komersil. "Pakan komersil secara umum  sudah ditambahkan zat anti parasit dan jika kita menggantikannya dengan ramuan jamu ini, harga pakan bisa lebih murah namun berkualitas," tutupnya. Gsh

 

 

 

Editor : Ahmad Soim

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162