Loading...

Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan IV Tahun 2016 KEMENTAN MINTA PRODUSEN BENIH JAGUNG HIBRIDA TAK BANYAK AMBIL UNTUNG

15:45 WIB | Tuesday, 19-July-2016 | Pangan | Penulis : Ahmad Soim

Gubernur NTB Zaenal Majdi dan Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring meninjau Display Varietas Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasionla ke-4 Tahun 2016 di Lombok Tengah (19/7)

 

 

Melalui introduksi penggunaan benih jagung hibrida unggul dan perluasan areal tanam,  tahun ini Kementerian Pertanian berharap  tidak lagi impor jagung. Produksi jagung nasional pada tahun ini diharapkan bisa naik menjadi 21 juta ton. Impor jagung   3 juta ton pada tahun lalu bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri pada tahun ini.

 

 

 

“Kita ingin meningkatkan produksi jagung melalui penggunaan benih jagung hibrida unggul. Dengan menggunakan varietas yang cocok, spesifik lokasi dan dukungan teknologi budidaya yang sesuai, maka potensi genetik produktivitas bisa keluar,” kata Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring pada pembukaan  Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional ke-4 Tahun 2016 di Lombok Tengah NTB hari ini (19/7).  

 

Hasil Sembiring mengungkapkan sudah ada potensi genetik  varietas jagung hibrida yang produktivitasnya mencapai 12 ton per ha. Agar petani jagung bisa menggunakan varietas hibrida unggul tersebut Kementan memberikan bantuan benih gratis untuk lahan jagung petani seluas 1,5 juta ha. “Bantuan benih jagung hibrida unggul ini adalah salah satu bentuk intervensi pemerintah agar petani bisa menerapkan teknologi benih terbaru dengan hasil produktivitas yang tinggi sehingga pendapatan mereka meningkat,” tambahnya.

 

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zaenal Majdi usai mengelilingi  display varietas dan berdialog dengan produsen benih di lokasi Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan ini sangat berharap teknologi benih hibrida yang sudah dimuliakan ini dapat didekatkan kepada masyarakat petani dan harganya tidak terlalu mahal.

 

“Harga benih jagung hibrida tadi disebut antara Rp 80-87 ribu per kg, itu agak mahal, kalau bisa diturunkan. Teknologi yang bagus-bagus ini bisa didekatkan kepada masyarakat tani sehingga harganya terjangkau oleh mereka,” tambah  Gubernur NTB.

 

Kementan jelas Hasil Sembiring sudah memiliki hasil kajian tentang biaya produksi benih jagung hibrida. Harga benih jagung hibrida yang ditawarkan oleh perusahaan swasta itu harapannya bisa diturunkan dengan tetap mendapatkan untung.  “Harga benih jangung hibrida Rp 80-87 ribu per kg itu kan di tingkat pengecer, mestinya bisa turun kalau untuk penggadaan pemerintah,” tambah Hasil Sembiring kepada Sinar Tani.

 

Kementan jelasnya berdasarkan kajian biaya produksi benih jagung hibrida, telah menentukan harga pengadaan pemerintah untuk jagung hibrida Rp 55 ribu per kg. Hasil menjelaskan sudah ada beberapa perusahaan yang  melakukan kontrak pengadaan dengan harga itu, bahkan lebih rendah.

 

“Perusahaan benih jagung hibrida swasta memang harus untung, tapi mereka juga perlu memperhatikan kemampuan petani,” tambahnya. Som

 

Editor : Ahmad Soim

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162