Loading...

Lamongan Bakal Jadi Sentra Jagung di Jatim

16:06 WIB | Friday, 28-April-2017 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Indarto

Bagi petani atau kelompok tani di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), menanam jagung sudah menjadi bagian hidup. Tak heran, apabila Kabupaten Lamongan diprediksi bakal jadi salah satu kawasan sentra jagung.

 

Lantaran sudah terbiasa menanam jagung, ketika Kementerian Pertanian (Kementan) melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) mengenalkan benih jagung hibrida, sejumlah petani di Kabupaten Lamongan tanpa berpikir panjang, menerima ajakan tersebut.

 

“Selain petaninya mau maju, kami dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Lamongan juga menyediakan lahan untuk pertanian modern dalam bentuk demfarm di 12 kecamatan seluas 10.000 hektar untuk menanam benih jagung hibrida,” kata Bupati Kabupaten Lamongan, H. Moh. Fadeli, di Lamongan, belum lama ini.

 

Menurut Fadeli, Lamongan bisa menjadi sentra jagung di Jatim sebab selama tiga tahun terakhir, Lamongan sudah surplus jagung. Tercatat, produksi jagung di Lamongan tahun 2015 sebanyak 325 ton. Kemudian, pada tahun 2016 meningkat menjadi 340 ton, dan pada tahun 2017 ditargetkan produksi jagung yang ditanam petani di demfarm seluas 10.000 hektar produksinya rata-rata 10 ton per hektar.

 

Semua jenis jagung bisa dikembangkan di Lamongan dan dapat tumbuh dengan baik. Apalagi, setelah petani diberi bekal cara menanam jagung yang baik dan benar dengan memanfaatkan teknologi modern, produktivitas jagung yang ditanam pun meningkat.

 

Apabila petani terus mempertahankan cara menanam jagung secara modern, Fadeli berkeyakinan, swasembada jagung nasional bisa dimulai dari Lamongan. Untuk itu, kalangan perguruan tinggi dan perusahaan benih jagung hibrida juga didorong melakukan inovasi agar produksi jagung terus meningkat.

 

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Gapoktan Budi Luhur, Desa Banyubang, Kabupaten Lamongan, Sholahuddin juga menyatakan keyakinannya, Lamongan bisa menjadi salah satu sentra jagung di Jatim. “Di Kecamatan Solokuro saja, ada sekitar 1.200 hektar lahan jagung. Komoditi jagung yang ditanam di sini produktivitasnya sangat tinggi. Ada yang hasilnya 12,71 ton per hektar,” kata Sholahuddin.

 

Teknologi Modern

 

Menurut Sholahuddin, pada akhir Januari 2017 lalu Kabupaten Lamongan panen jagung di lahan demfarm seluas 100 hektar dengan produktivitasnya antara 10-10,6 ton per hektar. Pemerintah Kabupaten Lamongan pun sepanjang tahun 2017 akan menambah lahan untuk tanaman jagung seluas 10.000 hektar di 12 kecamatan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162