Loading...

Manfaatkan Air Yang Masih Ada, Petani Jabar Kejar Tanam

16:27 WIB | Thursday, 17-May-2018 | Pangan, Komoditi | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Ketua Penanggung jawab Tim UPSUS Provinsi Jawa Barat , Banun Harpini bersama petani Karawang dan Kodim 0604 Karawang

Dengan memanfaatkan air yang masih tersedia, petani Jabar mengejar musim tanam yang dimulai segera melalui Gerakan Tanam Luas Tambah Tanam (Gertam LTT). Tak hanya itu, peralihan varietas unggul juga diarahkan agar petani bisa menghasilkan padi yang berkualitas dan tahan penyakit.

 

Setelah kabupaten Bekasi dan Subang, kini petani di kabupaten Karawang bersama dengan tim Upaya Khusus Swasembada (UPSUS) padi lakukan Gerakan Tanam Luas Tambah Tanam (Gertam LTT) di Lemah Abang, Karawang pada hari Rabu (16/5) “Mumpung air masih cukup tersedia, kita kejar masa tanam padi agar dapat tumbuh subur dan panen berlimpah,” ujar Kepala Badan Karantina Pertanian, yang juga Ketua Penanggung Jawab Tim UPSUS Provinsi Jawa Barat, Banun Harpini.

 

Kementerian Pertanian mendorong petani melakukan panen, tanam dan panen secara berkesinambungan melalui Gertam LTT. Gerakan ini dilakukan oleh petani bersama dengan tim UPSUS. Hal ini guna memenuhi target ketersediaan beras yang telah ditetapkan dan mencapai kesejahtaraan petani. Kementerian Pertanian juga telah menyiapkan teknologi baik benih pupuk dan alsintan.

 

Petani dapat memaksimalkannya dan juga cermat dengan ketersediaan air maka ancaman terhadap hama dan gagal panen dapat diantisipasi. Banun bersama jajaran tim UPSUS yang terdiri dari dinas pertanian dan Kodim 0604 Kabupaten Karawang menargetkan Gertam LTT pada Mei ini seluas 13.411 ha. Ia optimis petani dengan bantuan optimalisasi traktor dalam pengolahan lahan dapat segera mengejar percepatan seluas 9.089 ha hingga akhir Mei 2018.

 

Tak hanya percepatan tanam dan penggunaan alsintan saja, petani juga disarankan untuk beralih kepada varietas unggul baru agar bisa menghasilkan padi berkualitas dan tahan penyakit. Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki, Mahsun menyampaikan bahwa anggota di desanya kini telah banyak beralih dari benih Ciherang yang sudah mulai rentan terhadap Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) ke benih Inpari 33. Benih ini merupakan rekomendasi dari Kementerian Pertanian karena selain tahan terhadap OPT juga memiliki provitas yang tinggi.”Pada masa tanam Oktober-Maret yang lalu, produksinya bagus, rata-rata 8 ton/ha dan tahan zonk atau wereng,” jelasnya.

 

Mahsun bersama Kepala UPTD Kecamatan Lemah Abang, Dedi pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pendampingan tim upsus terutama bantuan pengendalian wereng yang sempat terjadi di akhir 2017. Kondisi tersebut dapat diatasi dengan baik ditambah dengan bantuan alsintan, benih dan pupuk. Alhasil padi dengan masa tanam Oktober-Maret berhasil dipanen dengan provitas tinggi dan harga padi petani yang terjaga.

 

Pada kesempatan yang sama, Banun juga memimpin rapat koordinasi konsolidasi data LTT Maret - April 2018. Hadir pada rapat koordinasi kali ini yakni Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang, Jajaran Kodim 0604 Karawang, Danramil dan UPTD Pertanian se-Kabupaten Karawang. Banun berharap, rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan acuan target LTT untuk bulan Mei dan Juni mendatang. TIA

 

Editor : GESHA

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162