Loading...

Nelayan Mulai Rasakan Manfaat Sabuk Pantai di Pantai Pisangan

15:03 WIB | Thursday, 17-May-2018 | Nasional | Penulis : Indarto

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kab. Karawang, Wanasuki bersama nelayan setempat, Warna

Sabuk pantai sepanjang 3,3 Km yang dibangun di Pantai Pisangan, Desa Cemarajaya, Kec. Cibuaya, Kab. Karawang pada November 2017 lalu sudah dirasakan manfaatnya oleh nelayan setempat. Bahkan, nelayan  di Kec. Cibuaya saat ini tak perlu jauh-jauh untuk menangkap ikan ke tengah laut.

 

Sabuk pantai yang dibangun oleh Subdirektorat Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim, Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang diharapkan menekan tingginya abrasi di kawasan permukiman nelayan tersebut. “Pantai Pisangan ini dulunya sebagai kawasan wisata yang indah. Sejak tahun 2014 lalu jalan sepanjang 7 Km di pantai ini hilang karena abrasi. Bahkan, sebanyak 375 kepala keluarga (KK) nelayan yang tinggal di Desa Cemarajaya terpaksa direlokasi,” kata Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas)  Kab. Karawang, Wanasuki, di Karawang, Rabu (17/5).

 

Menurut Wanasuki, memang  sabuk pantai yang terdiri dari 11 segmen (bagian) ini dirancang khusus untuk mengantisipasi tingginya abrasi di Pantai Pisangan. Sabuk pantai yang dibangun dengan kedalaman 2,33 meter dan lebar 2-3 meter membentang di empat dusun di Kecamatan Cibuaya sangat berarti bagi masyarakat, khususnya nelayan. “Saat ini sudah ada fishing ground  baru. Sehingga, nelayan tak perlu jauh-jauh lagi untuk menangkap ikan di laut,” ujar Wanasuki.

 

Ia juga mengatakan, selain berdampak terhadap nelayan, sabuk pantai ini juga berperan aktif dalam menekan laju abrasi di kawasan Pantai  Pisangan.  “Meskipun baru satu tahun lalu dibangun, sudah mulai kelihatan adanya lahan timbul di sepanjang pantai karena akresi. Nantinya, lahan timbul ini akan kami tanami bakau. Sehingga, kawasan ini bisa menjadi tempat untuk rekreasi bagi masyarakat,” jelas Wanasuki.

 

Pengelolaan dan pengawasan sabuk pantai yang dibangun dengan biaya APBN sebesar Rp 12,5 miliar diserahkan ke Pokmaswas.  Selain melakukan pengawasan, Pokmaswas Kab. Karawang dibantu aparat Desa Cemarajaya juga melakukan pemeliharaan terhadap sabuk pantai tersebut. “Karena fungsi sabuk pantai ini sangat vital untuk mengatasi tingginya abrasi pantai, jangan sampai ada masyarakat yang melakukan aktivitas yang bisa merusak sabuk pantai. Kalau pasir yang ada di dalam karung (sabuk pantai) berkurang, ada petugas khusus yang mengisinya,” kata Wanasuki.

 

Hal senada juga dikatakan salah satu nelayan Desa Cemarajaya, Kec. Cibuaya, Kab. Karawang, Warna. Menurut Warna, sebelum dibangun sabuk pantai, nelayan harus mencari ikan jauh ke tengah laut. “Kurun satu tahun terakhir,  di sekitar Pantai Pisangan mulai banyak ikan. Sepertinya, di sekitar sabuk pantai bisa dijadikan habitat sejumlah biota laut. Kami bisa mancing di sekitar sabuk pantai dan mencari kerang yang menempel pada subtrat sabuk pantai,” papar Warna.

 

Ditambahkan Warna, nelayan juga tak perlu jauh-jauh ke tengah laut untuk menangkap udang jerbung (udang putih)  dan rajungan. “Kalau udang jerbung yang kami tangkap bisa mencapai 12-25 kg/hari. Harganya Rp 75 ribu/kg. Sedangkan rajungannya bisa mencapai 7-8 kg/hari, dengan harga Rp 75 ribu/kg,” papar Warna. (idt)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162