Loading...

Produksi Jagung Bakal Melambung

10:57 WIB | Friday, 07-April-2017 | Nusantara | Penulis : Gesha

Produksi jagung tahun ini diprediksi melambung dan mampu memenuhi kebutuhan industri pakan ternak. Karena itu, guna mengantisipasi banjirnya hasil panen petani, pasca panen jagung akan digeber sinergitasnya tahun ini juga, terutama silo dan dryer.

 

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Hari Priyono mengatakan, pelaku usaha yang berbisnis komoditi publik seperti jagung ini harus memiliki pola pikir yang sama. Yakni, saling bersinergi meningkatkan upaya penanganan pasca panen jagung.

 

“Secara potensi produksi tahunan jagung dengan kebutuhan untuk pakan ternak tidak menjadi masalah,” katanya saat membuka Rapat Koordinasi Terpadu dengan GPMT (Gabungan Pengusaha Makan Ternak), Bulog, Kementerian Desa dan PDT, Asosiasi Peternak Layer Nasional dan TNI di Kantor Pusat Kementan, beberapa waktu lalu.

 

Kementerian Pertanian telah menetapkan target produksi jagung tahun 2017 sebesar 30 juta ton. Jumlah itu dihitung dari luas tanam 6 juta hektar (ha) dan luas panen 5 juta ha. Sedangkan angka kebutuhan sebesar 23 Juta ton, terdiri dari konsumsi langsung, pabrik pakan, pakan lokal, benih/bibit dan industri pakan non lokal. “Dengan perhitungan itu dapat dikatakan bahwa produksi cukup untuk kebutuhan pabrik pakan skala menengah hingga skala kecil,” ujarnya.

 

Meski kalkulasi secara total cukup untuk memenuhi kebutuhan. Namun Hari mengakui, pada bulan-bulan tertentu yaitu April-Mei pasokan jagung kadang sulit ditemukan. Hal ini karena kebutuhan industri sifatnya flat yaitu 600 ribu ton/bulan. Sebaliknya jumlah produksi jagung di dalam negeri sangat fluktuatif. “Jadi kita akan ada masalah jika kapasitas silo tidak ditambah untuk 3-4 bulan,” katanya.

 

Puncak Panen

 

Sementara itu Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan, Ali Jamil mengungkapkan, bakal melubernya produksi jagung karena beberapa daerah pada akhir Maret ini tengah mengalami panen raya. Catatan Ditjen Tanaman Pangan, panen akan dimulai akhir ini Maret berlanjut April, Mei dan Juni mendatang.

 

Prognosa (perkiraan) yang dikeluarkan Tim Percepatan Pengolahan Data (PPD) Pusat Data dan Informasi Kementan menunjukkan produksi jagung Maret ini sekitar 4.7 juta ton dari seluruh sentra. Hasil produksi tersebut merupakan pertanaman jagung sejak Desember 2016 silam dari luasan 636.971 ha. Sedangkan pada April mendatang, diperkirakan mencapai 2.6 juta ton dari luasan tanam 230.440 ha.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162