Loading...

PWMP Ajak Generasi Muda Terjun Beragribisnis

15:02 WIB | Wednesday, 02-May-2018 | Nasional | Penulis : Clara Agustin

 

 

Generasi muda kini menjadi harapan masa depan pertanian Indonesia. Untuk menarik minat generasi muda terjun beragribisnis, pemerintah menawarkan program Penumbuhan Wirausahwan Muda Pertanian (PWMP).

 

Program yang diperkenalkan  Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pada tahun 2016 di Universitas Hasanuddin, Makassar, bertujuan menciptakan generasi muda yang mampu bertindak sebagai wirausahawan yang profesional, mandiri dan berdaya saing di sektor pertanian.

 

“Makanya sasaran utamanya adalah sekolah pertanian dan para alumni perguruan tinggi yang berminat untuk membuka peluang usaha di bidang pertanian (agribisnis),” kata Kepala Sub Bidang Peserta Didik, Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Siti Aminah Nurwahidah saat acara TOT PWMP Tahap Pengembangan Tahun 2018 di Bogor, beberapa waktu lalu.

 

Pada awal launching, ada sekitar  500 kelompok yang mendapatkan bantuan dari Program PWMP. Kemudian di tahun 2017 ada 247 kelompok dan tahun 2018 sekitar 268 kelompok. “Semua kelompok ini akan diawasi selama 3 tahun tergantung tahun mendapatkannya,” ujarnya.

 

Nurwahidah menjelaskan, ada tiga tahapan yang dilakukan dalam Program PWMP selama tiga tahun. Pertama, penyadaran dan penumbuhan, yakni dengan mensosialisasikan kepada sekolah pertanian dan alumni perguruan tinggi mengenai program ini. Pada tahap ini diadakan seleksi untuk mencari yang benar-benar berkomitmen ingin membangun usaha di bidang agribisnis.

 

Setelah lolos seleksi, peserta akan mendapat bimbingan teknis dan magang. Untuk kegiatan magang di tempat pengusaha agribisnis, sehingga bisa mengambil tips and trick membangun usaha pertanian yang menguntungkan. Setelah magang, peserta dikumpulkan kembali yang lolos seleksi baru membentuk bisnis plan yang sesuai dengan minatnya.

 

“Kita beri bantuan modal untuk para sekolah pertanian dan alumni perguruan tinggi yang bermitra untuk melakukan bisnis di sektor pertanian. Untuk sekolah, bentuknya berupa beasiswa Rp 15 juta per kelompok dan alumni yang bermitra Rp 35 juta per kelompok,” tuturnya.

 

Saat ini, untuk sekolah terbatas hanya pada sekolah pertanian, yakni SMK Pertanian dan STPP. Sedangkan perguruan tinggi, sampai saat ini ada 16 perguruan tinggi yang sudah MoU dengan Kementerian Pertanian dalam hal pengembangan sektor pertanian lewat mahasiswa alumninya.  “Kriteria untuk mendapatkan bantuan ini adalah berminat untuk mengembangkan sektor pertanian dan berkomitmen untuk membentuk kelompok,” kata Nurwahidah.

 

Setelah tahap penyadaran dan penumbuhan (tahun pertama), selanjutnya adalah tahap pengembangan. Nuwahidah menceritakan bahwa tahun ini para penerima bantuan dari Program PWMP tahun 2017 sebanyak 500 kelompok, berada di tahapan penumbuhan.

 

Salah satu contohnya adalah alumni IPB yang membentuk Kelompok Tani yang bergerak di pertanian sayuran organik yang saat ini sudah mampu menembus pasar dalam negeri untuk pemenuhan sayuran organik, khusus restaurant dan swalayan Jepang. “Sekarang mereka sudah menjadi penyaluran sayuran ke restaurant dan swalayan khusus Jepang. Di tahap mandirinya (tahap ketiga) mereka mempunyai tujuan, yakni membentuk Okiagaru Mart,” jelas Nurwahidah.

 

Tahap terakhir (tahun ketiga) adalah mandiri. Jadi para penerima bantuan ini mampu membentuk usaha agribisnis yang mandiri dan berkelanjutan. “Di tahapan akhir ini, di tahun 2019 para penerima bantuan bisa menghasilkan usaha agribisnis yang menjanjikan serta menjaring sebuah kelompok yang mau mengembangkan dunia usaha sektor pertanian,” pungkas Nurwahidah. Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162