Loading...

SENA 2018, Ajang Pengusaha Ikan RI Go Internasional

16:20 WIB | Wednesday, 14-March-2018 | Nasional | Penulis : Indarto


Pameran teknologi dan produk olahan ikan laut terbesar di Amerika Serikat (AS) Seafood Expo North America (SENA) 2018 yang digelar Boston, Amerika Serikat, Minggu (11/3) lalu bisa menjadi ajang  pelaku usaha perikanan Indonesia untuk go internasional. Pameran rutin tahunan yang  diikuti 46 negara ini bisa dimanfaatkan produsen perikanan nasional memperluas akses pasar manca negara.

 

“SENA 2018 menjadi ajang  pertemuan produsen dan konsumen produk perikanan, serta industri pengemasan produk perikanan dunia. Indonesia dengan 16 perusahaan perikanan dalam negeri turut berpastisipasi dengan mengusung tema quali-safe and sustainable," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, di Jakarta, Rabu (14/3).

 

Susi menilai,  keikutsertaan Indonesia dalam event besar ini dapat mendukung pertumbuhan iklim usaha perikanan anak negeri. Sebab, pameran ini tak hanya diikuti industri besar seafood Amerika Utara, tetapi juga pemain industri perusahaan seafood dunia. “Kita mendorong semua stakeholders yaitu pengusaha-pengusaha nasional untuk go international, agar bisa dikenal masyarakat internasional," kata Susi.

 

Ia juga berharap, Indonesia bisa memimpin menjadi negara yang melakukan penangkapan ikan berkelanjutan. “Mudah -mudahan para exhibitor  mendapatkan klien, kontrak penjualan yang luar biasa. Hitungan awal kami, potensi transaksi produk perikanan Indonesia sebesar 180 juta dolar AS untuk tiga bulan ke depan,” katanya.

 

Pada event tersebut, hadir 21 perusahaan nasional Indonesia, termasuk 2 BUMN yang bergerak di bidang kelautan yakni Perum Perikanan Indonesia (Peruri) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus). Sebagaimana diketahui, kedua BUMN tersebut mengalami peningkatam omset berkat kebijakan pemberantasan ilegal fishing di Indonesia.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dirut PT Perinus Dendi Anggi Gumilang mengatakan, tahun lalu (2017) Perinus memperoleh omset Rp 400 miliar, jauh meningkat dibandingkan 2015 sebesar Rp120 miliar. Kenaikan tersebut tak terlepas dari bertambahnya stok ikan di laut Indonesia.

 

Dirut Perum Perindo, Risyanto Suanda juga mengatakan, omset Perum Perindo meningkat dari Rp 602 miliar di tahun 2015 menjadi Rp 2,02 triliun pada tahun 2017. Idt

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162