Loading...

Tips Sukses Petani Pemasar dari Ulus Pirmawan

11:54 WIB | Wednesday, 02-May-2018 | Olahan Pasar | Penulis : Kontributor

Ulus Pirmawan Ketua Gapoktan Wargi Pangumpai, di dampingi dari sebelah kanan berturut turut kabid penyelenggaraan Pusat Penyuluhan, Kadis Pertanian Kab. Bandung Barat, dan Direktur PNM wilayah Jawa Barat, saat menerima kunjungan 80 ketua gapoktan dari 15 prov dan 50 kab se Indonesia.

“Ikut Pameran dan Pasarkan sendiri produk pertaniannya, itu salah satu strategi efektif dalam pemasaran produk untuk meraih pangsa pasar baik lokal, nasional, regional, maupun international,” kata Ulus Pirmawan, Ketua Gapoktan Wargi Pangumpai, Lembang Kabupten Bandung Barat, di sela-sela menerima kunjungan 80 orang Ketua Gapoktan dari 50 kabupaten dan 15 provinsi se Indonesia.

 

 

 

Memang tidak mudah, lanjutnya, mengingat berapa banyak ataupun berapa kali dalam setahun kegiatan pameran itu ada?  Bahkan seandainyapun ada, pameran produk-produk pertanian tersebut paling hanya ada di kota-kota besar, seperti di pulau jawa yaitu Jakarta, Semarang, Jogja, Bandung ataupun Surabaya. Beruntung Ulus Pirnawan berada di Jawa Barat, relatif dekat dengan ibukota negara. Dan  lebih dekat dengan pasar induk, sehingga dapat dengan cepat memasarkan produknya disana.

 

 

 

Strategi untuk memasarkan sendiri produk-produknya juga sangat penting. Selain petani dapat menerima harga yang lebih baik, karena ada memotong rantai pasar yang panjang, juga petani/kelompoktani dapat mengetahui produk yang banyak konsumsi, diminta di pasaran, sekaligus membangun jejaring pemasaran. Petani/kelompoktani jadi mengetahui mekanisme pasar dari suatu produk baik yang akan dipasarkan lokal maupun ekspor, termasuk permasalahan yang harus dihadapi ketika produk mereka akan masuk di pasaran. Contoh kecil saja ketika produk pertanian seorang petani/ kelompoktani mau masuk di pasar induk.

 

 

 

Pameran adalah salah satu metode penyuluhan, yang sekarang ini relatif jarang dilakukan (terbatas). Kalaupun ada, pameran paling banyak diselenggarakan oleh pihak swasta, dan dengan skala yang relatif besar. Oleh sebab itu menurut Zahron Helmy, Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian, Kementan, penting   untuk dibangun pusat (lokasi)  pameran di setiap daerah, di setiap provinsi maupun kabupaten/kota. Kemudian pameran dilakukan secara berkala misalnya per tri wulan atau tengah tahun dan berkesinambungan. Pameran dirancang sedemikian rupa sehingga tercipta kontrak atau MoU antara petani/kelompoktani/gabungan kelompoktani, dengan pihak-pihak pengusaha (hotel, restoran) maupun eksportir.

 

 

 

Selanjutnya dalam hal pemasaran, petani harus berani mengantarkan sendiri produknya ke pasar induk. Ini penting untuk mengetahui produk apa yang paling laku dipasaran, segmentasi pasar, dan petani dapat mengetahui bagaimana pengemasan produk itu hingga sampai ke tangan konsumen. Jangan lagi hanya menunggu tengkulak ambil hasil dilahan, atau diborongkan semua sebelum masa panen tiba.

 

 

 

Akhirnya yang tidak kalah penting adalah bagaimana peran seorang penyuluh pertanian dalam memberikan bimbingan kepada petani/kelompoktani, untuk mendapatkan kemudahan akses informasi pasar. Bagaimana para penyuluh dapat dengan cepat memberikan informasi harga, informasi produk yang diterima di luar, dengan kualitas dan kuantitas yang diinginkan, dan musim-musim permintaan terhadap produk-produk pertanian tersebut. Ini artinya penyuluh harus melek teknologi, minimal mampu penggunaan komputerisasi berjaringan internet, sehingga mampu mencarikan informasi pertanian melalui dunia maya. ZH

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162