Loading...

Virus AI pada Unggas Kembali Eksis

15:34 WIB | Tuesday, 25-February-2014 | Ternak, Komoditi | Penulis : Clara Agustin

Virus Avian Influenza (AI) ternyata  belum  berhenti mengancam  usaha peternakan unggas di tanah air. Memasuki tahun kuda kayu kali ini, virus yang dapat  menular ke manusia itu kembali menyerang ternak itik dan ayam ras hingga menimbulkan kerugian moril dan material bagi peternak yang membudidayakannya.

 

Berdasarkan laporan tim Participatory Diseases Surveilans and Respons/PDSR (Tim Unit Respon Cepat/URC) Kementerian Pertanian, pada periode  tahun 2007-2014 perkembangan kasus AI pada unggas menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Pada tahun 2007 kasus positif AI sebanyak 2.751 dan pada tahun 2013 berkurang menjadi 470.

 

“Penurunan jumlah kasus AI karena didukung dengan peningkatan kewaspadaan dan respon cepat terhadap setiap kasus,” jelas Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Pudjiatmoko.

 

Di awal tahun 2014, tepatnya bulan Januari sudah muncul kasus karena ada peningkatan curah hujan yang cukup tinggi. Kasus AI yang terjadi di bulan Januari 2014 terdapat di 39 desa pada 30 kabupaten/kota di 11 provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Aceh, Sulawesi Selatan dan Banten. “Provinsi yang paling banyak kasusnya adalah Jawa Barat dan Jawa Tengah,” kata Pudji.

 

Belum bersihnya Indonesia dari kasus AI disebabkan oleh beberapa faktor seperti   perubahan iklim ekstrim yang menyebabkan ternak rentan terkena penyakit, belum diterapkannya tindakan biosekuriti dan vaksinasi yang tepat serta masih banyaknya  peternak yang menjual unggas yang diduga sakit kepada para pedagang, sehingga virus dapat menyebar secara cepat ke unggas lainnya.

 

 

 

Pendistribusian Vaksin AI

 

Agar kasus AI ini tidak merebak seperti yang terjadi di  tahun 2003,  Kementerian Pertanian telah  melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran para peternak akan bahaya penyakit AI melalui kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE). Dilakukan pendekatan secara pribadi terhadap peternak agar ternak yang masih hidup dari sebagian yang terjangkit AI untuk dimusnahkan tanpa meminta ganti rugi. Tindakan pemusnahannya dengan cara: pembakaran, penguburan bangkai, desinfeksi kandang dan peralatan yang terkontaminasi.

 

TIM PDSR telah terjun langsung melakukan depopulasi serta desinfeksi terhadap lokasi tertular agar tidak terjadi penyebaran antara lain di Desa Giriwoyo, Kec. Giriwoyo, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah pada tanggal 9-15 Januari 2014 di mana terjadi kasus kematian anak itik secara beruntun.

 

Untuk persiapan kondisi darurat, Ditjen PKH telah menyiapkan  vaksin AI yang diproduksi  Pusat Veterinaria Farma (Pusvetma). Untuk tahun 2014  telah dilakukan pendistribusian vaksin  ke sejumlah daerah di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Cla

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162