Loading...

BBPP Lembang Launching Kedai Kopi

07:44 WIB | Friday, 13-July-2018 | Tips & Santai | Penulis : Clara Agustin

Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Andriko Noto Susanto memberikan tanda tangan saat peresmian Kedai Kopi BBPP Lembang

Kedai kopi memang tengah digandrungi masyarakat. Dari mulai kelas warung kopi (warkop) hingga cafe asal luar negeri, menjamur hingga semua lapisan. Di tengah boomingnya kedai kopi di Indonesia, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang membuka coffee shop di lokasi BBPP Lembang.

 

"Kami meliha pasar bahwa kopi ini minuman yang tengah digandrungi masyarakat Indonesia. Makanya kami buka di BBPP Lembang bukan sebatas menjual saja melainkan sebagai sarana pembelajaran untuk pelatihan para peserta," kata Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Bandel Hartopo saat Launching Bebe PP Coffee Shop di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kamis (12/7).

 

Menu yang ditawarkan di dalam Coffee Shop Bebe PP memang tidak beragam seperti di kedai kopi lainnya, tapi menu yang ditawarkan merupakan menu yang paling disukai masyarakat. "Kita jual itu hanya esspreso, capuchino, kopi vietnam dan beberapa makanan ringan teman minum kopi. Walaupun hanya sedikit, harga yang kami tawarkan sangatlah murah. Yang paling mahal hanya Rp 15 ribu per gelas," terang Bandel.

 

Walaupun menunya sedikit, rasa yang ditawarkan cukup enak. Bandel mengatakan beberapa konsumen berkomentar bahwa rasa kopinya segar, berbeda dengan kedai kopi lainnya. "Kenapa berbeda, ya karena kopinya kita tanam sendiri, lalu olah sendiri. Makanya kita tahu bagaimana menciptakan kopi yang berkualitas," terang Bandel.

 

Coffee shop ini bukan hanya menjual kopi saja melainkan sebagai media pembelajaran bagi para peserta pelatihan, di mana akan diperlihatkan bagaimana membangun usaha yang sederhana tetapi mampu menghasilkan pendapatan yang tinggi. "Kedai kopi yang kami bangun ini modalnya tidak terlalu tinggi. Kopinya saja kita tanam dan olah sendiri. Bahkan ada beberapa komponen kita manfaatkan yang sudah ada. Misalnya seperti kursi dan mejanya, kita buat dari sisa-sisa kayu yang ada. Jadi intinya kita bisa buat usaha dengan modal yang minim tapi menghasilkan keuntungan yang tinggi," ujar Bandel. Cla

 

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162