Loading...

Kehilangan Hasil Padi Masih Tinggi

10:56 WIB | Tuesday, 06-February-2018 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Clara Agustin

 

 

Kehilangan hasil dalam kegiatan pertanian di Indonesia masih tinggi. Bukan hanya saat panen, tapi juga hingga konsumsi. Bahkan untuk komoditi padi rata-rata mencapai 20%.

 

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdalifah saat Regional Consultation ASEAN Coorperation Project: Reduction of Post-Harvest Losses (PHL) for Agricultural Produces and Products in ASEAN Region di Bogor, Senin (5/2) mengatakan, kehilangan hasil ini bukan hanya di on farm-nya, tapi juga off farmnya.

 

Contohnya, usaha tani padi, faktor penyumbang kehilangan hasil dari mulai budidaya, panen, pascapanen, pergudangan dan distribusi. Bahkan saat konsumsi juga menjadi penyumbang kehilangan hasil yang cukup tinggi. “Seperti kalau kita ada hajatan. Saat makan kita suka mengambil banyak, tapi ternyata tidak habis,” katanya.

 

Menurut Musdalifah, tingginya kehilangan hasil sangat berpengaruh pada pendapatan petani. Jika dikalkulasikan, maka petani mengalami kerugian hingga Rp 4 juta/ha (kehilangan padi 20%). “Saat musim hujan. Biasanya kehilangan hasil akan lebih tinggi karena kadar airnya tinggi dan membuat beras menjadi patah,” tuturnya.

 

Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Evi Savitri Iriani mengatakan kehilangan hasil di Indonesia dibandingkan negara ASEAN lainnya berada di tengah-tengah atau hampir sama dengan Vietnam. Sedangkan negara yang kehilangan hasilnya rendah adalah Thailand.

 

“Setiap negara ini tingkat kehilangan hasilnya berbeda-beda, tergantung karakteristik keadaan negaranya,” kata Evi. Nah, untuk mengetahui dimana kehilangan hasil ini terjadi, menurut Evi, diperlukan penelitian disetiap proses dari budidaya hingga ke pasar. “Kita telaah dulu dimana faktor paling tinggi kehilangan hasilnya. Baru dapat diketahui teknologi yang tepat untuk menurunkan kehilangan hasil,” jelasnya.

 

Dari hasil kajian BB Pasca Panen, ternyata rantai distribusi produk pertanian sangat berpengaruh terhadap kehilangan hasil. Makin panjang rantai distribusi, maka membuka peluang makin tingginya kehilangan hasil. Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162