Loading...

Menciptakan Petani Muda yang Mandiri, Profesional dan Berdaya Saing

10:16 WIB | Friday, 13-July-2018 | Suara Tani | Penulis : Clara Agustin

Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Andriko Noto Susanto mencoba kue kreasi BBPP Lembang

Mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani merupakan cita-cita bangsa yang tidak dapat diganggu-gugat. Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Andriko Noto Susanto mengatakan bahwa untuk menciptakan kedaulatan pangan ini harus ada beberapa komponen yang dipenuhi dari dalam negeri. Produksi, konsumsi, distribusi, dan akses pasar adalah komponennya.

 

"Setelah ini dipenuhi, maka kesejahteraan petani secara langsung akan meningkat,"katanya saat Kunjungan Pers BPPSDMP 'Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian dalam Mewujudkan Enterpreneur Berdaya Saing' di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (12/7).

 

Pelaku utama yang menjadi kunci untuk menciptakan cita-cita tersebut adalah petani. Tetapi sayangnya untuk saat ini menjadi petani bukanlah cita-cita para generasi muda di Indonesia. Gambaran yang terpatri di benak kaum muda menjadi petani itu: miskin dan kotor. "Makanya untuk menepis itu kita harus mengembangkan petani yang mandiri, profesional, dan berdaya saing," ujar Andriko.

 

Bagaimana caranya? Yakni dengan memberikan mereka pelatihan dan keterampilan yang sesuai dengan minat serta kemampuannya. "BPPSDMP ini banyak sekali balai pelatihan, salahsatunya BBPP Lembang. Jadi yang akan dilatihan bukan hanya teorinya saja, melainkan praktek langsung di lapangan dari proses hulu-hilirnya. Komponen prakteknya lebih banyak dibandingkan teorinya yang kami ajarkan di balai pelatihan milik BPPSDMP," terang Andriko.

 

Selain balai pelatihan, berdasarkan Permentan No.25/2018 Kementerian Pertanian lewat BPPSDMP membuka 6 (Malang, Yogyakarta-Magelang, Bogor, Gowa, Medan dan Manokwari) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) untuk menciptakan pelaku pertanian yang mumpuni dan menciptakan regenerasi pertanian. "Jadi di Polbangtan ini generasi muda akan dibimbing, dikembangkan ilmunya dan setelah lulus diberi modal usaha untuk dapat berwirausaha di dunia pertanian. Ilmu yang didapat jadinya tidak sia-sia. Dan masuk sekolah ini semuanya gratis," jelas Andriko.

 

Di dalam Permentan tersebut bukan hanya mendirikan Polbangtan saja, melainkan Sekolah Menengah Kejuruan Penyuluhan Pertanian (SMKPP) dan Politeknik Enjinering Mekanisasi Pertanian. "Ini masih dalam proses. Untuk yang Politeknik Enjinering ini kita bekerjasama dengan Balai Besar Mekanisasi Pertanian (BB Mektan) yang hasil akhirnya nanti akan menciptakan generasi muda yang modern dalam pertanian serta mampu menciptakan alat dan mesin pertanian (alsintan)," pungkas Andriko. Cla

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162